Peletakan Batu Pertama
Pembangunan Kompleks Paroki Capkala
Capkala.
20/1/13. Rencana pemekaran Paroki St. Fransiskus Asisi di mekar menjadi Paroki
Capkala sudah mulai terealisasikan dengan ditandainya peletakan batu pertama
Gereja Pusat Paroki, Pastoran, dan Aula Paroki.
Adalah suatu kebanggaan dan kebahagiaan
bagi umat Katolik di stasi Capkala di
hari yang bersejarah itu betapa tidak, ribuan umat menghadiri Misa Syukur dalam
rangka Peletakan Batu Pertama pembangunan Kompleks Paroki Capkala yang dipimpin
Pastor Amandus Ambot, OFM Cap. Pada kesempatan itu hadir pula Menteri Kesehatan
R.I. Gubernur, Bupati Bengkayang beserta pejabat teras lainnya. Setelah Misa,
para undangan beserta umat menuju kompleks pembangunan Paroki Capkala guna
mengikuti prosesi peletakan batu pertama. Pada kesempatam itu pula Menkes RI, Nafsiah
Mboi menyerahkan bantuan kepada Pantia
Pembangunan Kompleks Paroki Capkala, Gereja St. Caecilia Stasi Medang, Gereja
GKE Capkala, Mesjid dan Vihara dengan total bantuan 200 juta rupiah.
Setelah pemberkatan dan peletakan batu
pertama , dilanjutkan dengan Bakti Sosial
Kesehatan, yaitu pengobatan gratis dan penyuluhan gaya hidup sehat sesuai dengan standar WHO yang dipimpin
langsung oleh Nafsiah Mboi selaku Menteri Kesehatan RI.
Sementara itu, disela-sela acara ramah
tamah, Pastor Amandus Ambot mengungkapkan proses pembangunan diperkirakan
berlangsung selama dua tahun sehingga pada tahun 2015 Paroki Capkala siap untuk
diresmikan berdiri sebagai sebuah Paroki baru yang berada di wilayah Keuskupan
Agung Pontianak. “Dengan dukungan semua pihak kita optimis rencana tersebut
dapat terwujud,” kata P. Ambot. Dipaparnya pula, pembangunan kompleks paroki di
atas tanah seluas 2 hektare tersebut akan dibangun Gereja Pusat Paroki (Rp. 1.545.445.400,-), Pastoran (Rp.
1.006.646.480,-) dan Aula Paroki (Rp. 620.418.610,-) untuk tempat pertemuan dan pembinaan umat. Total
biaya pembangunan untuk ketiga bangunan tersebut diperkirakan menelan biaya
sekitar Rp. 3.172.510.490,-. Dana untuk membiaya pembangunan ini diharapkan
diperoleh dari swadaya umat, Keuskupan Agung Pontianak, Para Donatur dan
Pemerintah. § P. A.Ambot/Oyent.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar