Selasa, 29 Januari 2013

Peletakan Batu Pertama


Peletakan Batu Pertama
Pembangunan Kompleks  Paroki Capkala
Capkala. 20/1/13. Rencana pemekaran Paroki St. Fransiskus Asisi di mekar menjadi Paroki Capkala sudah mulai terealisasikan dengan ditandainya peletakan batu pertama Gereja Pusat Paroki, Pastoran, dan Aula Paroki

Adalah suatu kebanggaan dan kebahagiaan bagi umat Katolik  di stasi Capkala di hari yang bersejarah itu betapa tidak, ribuan umat menghadiri Misa Syukur dalam rangka Peletakan Batu Pertama pembangunan Kompleks Paroki Capkala yang dipimpin Pastor Amandus Ambot, OFM Cap. Pada kesempatan itu hadir pula Menteri Kesehatan R.I. Gubernur, Bupati Bengkayang beserta pejabat teras lainnya. Setelah Misa, para undangan beserta umat menuju kompleks pembangunan Paroki Capkala guna mengikuti prosesi peletakan batu pertama. Pada kesempatam itu pula Menkes RI, Nafsiah Mboi  menyerahkan bantuan kepada Pantia Pembangunan Kompleks Paroki Capkala, Gereja St. Caecilia Stasi Medang, Gereja GKE Capkala, Mesjid dan Vihara dengan total bantuan 200 juta rupiah.
Setelah pemberkatan dan peletakan batu pertama ,  dilanjutkan dengan Bakti Sosial Kesehatan, yaitu pengobatan gratis dan penyuluhan gaya hidup sehat  sesuai dengan standar WHO yang dipimpin langsung oleh Nafsiah Mboi selaku Menteri Kesehatan RI.

Sementara itu, disela-sela acara ramah tamah, Pastor Amandus Ambot mengungkapkan proses pembangunan diperkirakan berlangsung selama dua tahun sehingga pada tahun 2015 Paroki Capkala siap untuk diresmikan berdiri sebagai sebuah Paroki baru yang berada di wilayah Keuskupan Agung Pontianak. “Dengan dukungan semua pihak kita optimis rencana tersebut dapat terwujud,” kata P. Ambot. Dipaparnya pula, pembangunan kompleks paroki di atas tanah seluas 2 hektare tersebut akan dibangun Gereja Pusat Paroki (Rp. 1.545.445.400,-), Pastoran (Rp.  1.006.646.480,-) dan Aula Paroki (Rp. 620.418.610,-) untuk tempat pertemuan dan pembinaan umat. Total biaya pembangunan untuk ketiga bangunan tersebut diperkirakan menelan biaya sekitar Rp. 3.172.510.490,-. Dana untuk membiaya pembangunan ini diharapkan diperoleh dari swadaya umat, Keuskupan Agung Pontianak, Para Donatur dan Pemerintah. § P. A.Ambot/Oyent.

Tidak ada komentar: